Indosiar Tayangkan Tiga Reality Show Baru
Desember 2012
Jogjakarta, Indonesia, Bernas Jogja - Di akhir 2012 ini, Indosiar meluncurkan tiga reality show unggulan. Ketiga reality show tersebut adalah Tukar Nasib (tiap Sabtu dan Minggu pukul 16:00, mulai 29 Desember 2012, Penolong Misterius (tiap Kamis dan Jumat pukul 16:00 mulai 27 Desember 2012 dan Jangan Anggap Aku Kecil (tiap Kamis dan Jumat, pukul 16:30 mulai 27 Desember 2012.

Eko Nugroho selaku pengagas program dari Dreamlight World Media, Kamis (27/12) mengatakan, ketiga tayangan reality show produksi Dreamlight World Media tersebut memiliki kekuatan pesan yang berbeda-beda. Namun benang merah ketiganya adalah memotivasi seseorang untuk menampilkan jati diri sebagai pribadi yang tangguh.

Program Tukar Nasib adalah tayangan yang menyuguhkan betapa indahnya berbagi keadaan antara keluarga yang bernasib baik dengan keluarga yang bernasib tidak beruntung. Sedangkan Penolong Misterius menampilkan ada pribadi-pribadi yang tidak ingin tampak serta menonjol, melakukan sesuatu yang luar biasa bermanfaat bagi orang lain. program Jangan Anggap Aku Kecil melengkapi tema heroisme si pelakunya, dalam porsi yang berbeda-beda.

Eko mengatakan, pemirsa membutuhkan tayangan-tayangan yang keindonesiaannya lebih kental. Edukasi bukan sebatas pendidikan formal di sekolah, namun menyangkut pula budi pekerti baik dan kesetiakawanan terhadap sesama. "Kami sudah melakukan produksi reality show lebih dari lima tahun. Hasilnya adalah memperoleh tiga kali penghargaan Panasonic Awards untuk kategori reality show, lima kali Nominasi Panasonic Award kategori reality show. Bagi kami, ini merupakan sumbangsih bagi masyarakat agar mereka termotivasi dalam menjalankan kehidupannya," tuturnya. Program produksi Dreamlight yang telah ditayangkan di Indosiar sebelumnya adalah Bedah Warung dan serial animasi Dufan Defender.

Inspirasi

Program Penolong Misterius berpijak pada fakta bahwa setiap hari, sadar atau tidak, ketika mata hati terbuka, akan banyak didapati orang yang butuh pertolongan dan pengharapan. Banyak yang tidak peduli untuk sekadar mengulurkan tangan bagi mereka yang punya beban berat. "Sebaliknya, tiap kita pasti pernah ditolong atau mendapat rezeki dari orang yang tidak kita kenal sama sekali. Alangkah indahnya jika hati kita tergerak untuk tidak sekadar menolong, tapi juga mengubah nasib orang yang kurang beruntung, bahkan sampai keturunan mereka. Dalam tayangan reality show ini kita tidak hanya mendapatkan tontonan kosong, melainkan bisa melihat dan membuktikan, bahwa memberi dan menerima adalah bagian dari kebahagiaan hidup manusia," kata Eko.

Sedangkan Jangan Anggap Aku Kecil berpijak pada kenyataan bahwa dalam kehidupan ini kebanyakan orang menganggap sepele sesuatu yang kecil. Baik yang kecil secara fisik, usia atau secara ekonomi. Program reality show ini mengajak penonton untuk melihat perjuangan anak kecil yang memiliki semangat juang kuat, orang yang dianggap kecil sebenarnya malah punya jiwa besar ketimbang yang terlihat hebat.

"Ada seorang anak berkorban untuk menghidupi adiknya karena sang ibu tidak pernah pulang lantaran harus kerja sebagai TKI, seorang anak yang hanya tinggal bersama nenek rentanya berjuang mencari keberadaan orangtuanya, seorang pemulung miskin yang mempunyai mimpi kecil untuk membelikan sebuah kue ulang tahun adiknya, atau seorang yang dianggap cacat tetapi memiliki semangat juang tinggi guna menghidupi keluarganya. Diharapkan semangat juang dan sikap hidup mereka menjadi inspirasi bagi mereka yang tengah patah arang," ujar Eko.

Program Tukar Nasib menggambarkan dua keluarga yang berbeda nasib saling bertukar peran, pekerjaan bahkan bertukar kehidupan. Keluarga yang dipandang masyarakat sebagai keluarga yang memiliki harta lebih dan pekerjaan yang mapan, bertukar nasib dengan keluarga sederhana. "Dengan program ini kita dapat melihat, bahwa tiap-tiap keluarga hendaknya saling mensyukuri karena tiap-tiap kehidupan punya tantangan hidup yang harus dikalahkan. Keluarga mapan dapat memahami bagaimana bersyukur dan menghormati tiap detil kehidupan sederhana yang tidak mudah, sedangkan keluarga yang sederhana harus punya semangat juang untuk menata dan membuat hidup mereka menjadi lebih baik," imbuh Eko.

source

(admin)